Ideologi Fasisme : Pengertian, Sejarah, Ciri, Tujuan, Kelebihan dan Kekurangan Ideologi Fasisme

Posted on

Pengertian Ideologi Fasisme – Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan, ideologi dalam sebuah negara dapat diartikan sebagai tujuan, visi atau cara dalam memandang sesuatu.

Baca Juga : Fungsi dan Jenis Ideologi

Ada banyak jenis ideologi, salah satunya adalah ideologi fasisme, apa itu ideologi fasisme? Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas tentang pengertian ideologi fasisme, sejarah, ciri, tujuan, sifat, unsur, kelebihan dan kekurangan serta contoh negara yang menganut ideologi fasisme secara lengkap.

Pengertian Fasisme

Secara bahasa, Fascismo berasal dari istilah latin yaitu fasses yang berarti serumpun batang yang diikatkan di kapak sebagai simbol dari otoritas hakim Romawi kuno.

Pengertian fasisme secara umum adalah ideologi yang memegang prinsip bahwa pemimpin memiliki otoritas absolut tanpa pengecualian. Artinya, perintah pemimpin harus dipatuhi tanpa pengecualian. Dalam sebuah negara yang menganut ideologi ini, pasukan militer merupakan pasukan yang memiliki peran sangat penting, pemimpin mereka harus membayangkan bahwa musuh bisa datang kapan saja, sehingga negara harus selalu dalam keadaan siaga dan tanpa kelemahan.

Definisi fasisme adalah gerakan radikal ideologi nasionalis otoriter politik, fasis berusaha untuk mengatur bangsa menurut perspekstif korporatis, nilai dan sistem, termasuk sistem politik dan ekonomi.

Fasisme juga diartikan sebagai ideologi yang tidak mengandang individualitas manusia, setiap individu dan masyarakat hanya berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pemimpin atau negaranya.

Pelopor dan tokoh ideologi fasisme adalah Nazisme Hitler (dengan bukunya Mein Kampft) dan Mussolini (dengan Doktrine of Fascism).

Sejarah Fasisme

Gerakan fasisme pertama yang tercatat dalam sejarah mungkin adalah gerakan politik penindasan yang berkembang di italia setelah tahun 1919. Gerakan tersebut merupakan reaksi akibat perubahan sosial yang terjadi karena Perang Dunia I. Istilah fasisme kemudian digunakan adi Italia oleh pemerintahan yang berkuasa pada tahun 1922 yang dipimpin oleh Benito Mussolini. Gambar tangkai-tangkai rerumpun yang diikatkan pada kapak menjadi lambang partai fasis pertama. Prinsip lambang tersebut adalah jika hanya ada satu tangkai maka akan mudah hancur, sedangkan jika masyarakat menyatu membentuk rumpunan tangkai, maka akan sulit untuk dikalahkan.

Setelah Italia, pemerintahan fasis selahnjutnya berkuasa di Jerman (tahun 1933), spanyol (tahun 1939). Setelah Perang Dunia II, semua rezim diktatoris yang muncul di Amerika dan negara lain digambarkan sebagai fasis. Meski banyak rezim yang seperti itu, yang dianggap mewakili Fasisme adalah Italia pada saat dipimpin Mussolini dan Jerman yang dipimpin Hitler (sering disebut Nazisme).

Baca Juga : Pengertian Imperialisme

Ideologi fasisme diduga kuat merupakan ideologi yang menyebabkan meletusnya Perang Dunia Ke II. Namun, karena kekalahan negara penganutnya, seakan-akan pemikiran fasisme hilang begitu saja setelah Perang Dunia II. Meski begitu, benih-benih fasisme akan terus ada selama ada kondisi objektif yang membentuknya.

Untuk memahami falsafah fasisme lebih dalam, bisa dicermati deskripsi yang ditulis Mussonlini untuk Ensiklopedi Italia pada tahun 1932.

Semakin ia mempertimbangkan dan mengamati perkembangan manusia secara terpisah dari berbagai persoalan politik, ia semakin tidak mempercayai akan adanya kedamaian abadi. Oleh karena itu, ia menganggap bahwa perang merupakan satu-satunya jalan yang akan membawa manusia ke tingkatan tertinggi. Perjuangan akan membuat manusia memahami hidup sebagai tugas dan penaklukan atas semua orang lain, kecuali orang-orang yang bersama mereka.

Berdasarkan deskripsi tersebut, ditemukan bahwa gagasan utama di balik fasisme adalah ide Darwin mengenai konflik dan perang. Darwin menegaskan bahwa “yang kuat akan bertahan hidup, yang lemah punah”. Karena itu manusia harus terus berjuang untuk bertahan hidup. Melalui pengembangannya, fasisme menganggap bahwa suatu bangsa hanya dapat maju melalui peperangan, mereka memandang perdamaian sebagai bagian yang memperlambat kemajuan.

Tujuan Ideologi Fasisme

Tujuan fasisme secara umum adalah untuk membuat individu dan masyarakat berpikir dan bertindak seragam. Para fasisme menggunakan kekuatan dan kekerasan bersama semua metode propaganda bahkan genosida untuk mencapai tujuannya.

Ciri Ciri Ideologi Fasisme

Ciri atau karakteristik ideologi fasisme diantaranya yaitu:

  • Pemerintahan bersifat otoriter dan totaliter
  • Sistem pemerintahan satu partai
  • Negara dijadikan alat permanen untuk mencapai tujuan negara
  • Mempercayai adanya perbedaan antara orang yang memerintah dan yang diperintah, antara elite dan massa
  • Membenci kemerdekaan berbicara dan berkumpul
  • Tidak rasional
  • Tidak mengakui persamaan derajat manusia
  • Tidak mengakui oposisi
  • Pemerintah oleh kelompok elite
  • Totalitarisme
  • Rasiolisme

Baca Juga : Pengertian Kolonialisme

Unsur Unsur Fasisme

Ada 7 (tujuh) unsur pokok fasisme diantaranya:

  • Ketidakpercayaan pada kemampuan nalar.
  • Pengingkaran derajat kemanusiaan.
  • Kode perilaku yang didasarkan pada kekerasan dan kebohongan.
  • Pemerintahan oleh kelompok elit.
  • Totaliterisme.
  • Rasialisme dan imperialisme.
  • Fasisme memiliki unsur menentang hukum dan ketertiban internasional.

Sifat Ideologi Fasisme

Sifat ideologi fasisme diantaranya yaitu:

Rasisme

Rasisme adalah paham yang menerapkan penggolongan atau pembedaan ciri fisik misalnya warna kulit dalam masyarakat. Ini bisa diartikan juga sebagai paham diskriminasi suku, agama, ras, golongan untuk tujuan tertentu.

Militerisme

Militerisme adalah pemerintahan yang didasari jaminan keamanan pada kekuatan militer. Sehingga, mereka yang terlibat dalam dinas militer mendapatkan perlakuan istimewa.

Ultra Nasionalis

Ultra Nasionalis adalah sikap membanggakan suatu negara yaitu negaranya sendiri) secara berlebihan dan sangat merendahkan negara yang lain. Akibatnya akan mudah sekali memancing pertengkaran/peperangan

Imperialisme

Imperialisme adalah politik untuk menguasai seluruh dunia dengan paksaan untuk kepentingan diri sendiri yang dibentuk sebagai imperium atau hak memerintah.

Baca Juga : Pengertian Chauvinisme

Kelebihan dan Kelemahan Ideologi Fasisme

Kelebihan Ideologi Fasisme

Kelebihan negara yang berideologi fasisme:

  • Memiliki rasa kesatuan nasional
  • Dapat mengambil keputusan pemerintahan yang cepat
  • Memiliki tingkat pengawasan dan disiplin yang tinggi
  • Pemerintahan dipegang oleh ahlinya

Kekurangan Ideologi Fasisme

Kelemahan negara yang berideologi fasisme yaitu:

  • Berharapan dengan tekanan dan kekerasan yang menjadikan rakyat gemetar ketakutan
  • Diktaktor fasis dan pemerintah yang memimpin menggunakan kekuatan yang brutal, pertumpahan darah, agresi
  • Kekerasan menjadi hukum, mengirim gelombang teror ke seluruh rakyat melalui polisi rahasia dan miliki fasis yang melumpuhkan rakyat dengan rasa takut.

Negara Yang Menganut Ideologi Fasisme

Contoh negara yang menganut ideologi fasisme, diantaranya seperti:

  • Jerman
  • Jepang
  • Spanyol
  • Italia

Baca Juga : Pengertian Kapitalisme

Demikian artikel pembahasan tentang pengertian ideologi fasisme, sejarah, ciri, tujuan, sifat, unsur, kelebihan dan kekurangan serta contoh negara yang menganut ideologi fasisme secara lengkap.

Content Protection by DMCA.com