Diksi (Pilihan Kata) : Pengertian, Syarat, Ciri, Fungsi, Jenis dan Contoh Diksi

Posted on

Pengertian Diksi (Pemilihan Kata) – Apa yang dimaksud dengan diksi dan contohnya? Untuk lebih jelasnya, kita akan membahas tentang pengertian diksi menurut para ahli, syarat, ciri, fungsi, manfaat, jenis dan contoh diksi secara lengkap.

Baca Juga : Pengertian Prosa

Pengertian Diksi

Diksi adalah sebuah pilihan kata yang tepat atau selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga didapatkan efek tertentu seperti apa yang diharapkan. Lebih singkatnya, pengertian diksi adalah pilihan kata.

Definisi diksi adalah pilihan kara pembicara atau penulis dalam menggambarkan cerita yang dibuatnya. Diksi juga diartikan sebagai suatu pernyataan yang digunakan untuk mengungkapkan sebuah gagasan ataupun mengungkapkan suatu cerita meliputi persoalan seperti gaya bahasa, ungkapan gagasan dan lain sebagainya. Dengan diksi maka setiap kata dapat dibaca dan dipahami pembaca maupun pendengar.

Pengertian Diksi Menurut Para Ahli

Menurut Enre (1988:102)

Pengertian diksi adalah pilihan kata dan penggunaan kata secara tepat untuk mewakili pikiran dan perasaan yang ingin dinyatakan dalam pola suatu kalimat.

Menurut Widyamartaya (1990:45)

Pengertian diksi atau pilihan kata adalah kemampuan seseorang membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikannya dan kemampuan tersebut hendaknya disesuaikan dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki oleh sekelompok masyarakat dan pendengar atau pembaca.

Menurut Achmadi (1990:136)

Pengertian diksi adalah seleksi kata-kata untuk mengekspresikan ide atau gagasan dan perasaan.

Mustakim (1994:41)

Menurut Mustakim, membedakan antara istilah pemilihan kata dan pilihan kata. Pemilihan kata adalah proses atau tindakan memilih kata yang dapat mengungkap gagasan secara tepat, sedangkan pilihan kata adalah hasil proses atau tindakan tersebut.

Menurut Keraf (2008:22-23)

Pengertian diksi adalah pilihan kata atau diksi lebih luas dari apa yang dipantulkan oleh hubungan kata-kata itu. Istilah ini bukan saja dipergunakan untuk menyatakan kata-kata mana yang dipakai untuk mengungkapkan suatu ide atau gagasan tetapi juga meliputi fraseologi, gaya bahasa dan ungkapan.

Baca Juga : Pengertian Idiom (Ungkapan)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Pengertian diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti apa yang diharapkan).

Syarat-Syarat Diksi

Syarat diksi untuk menghasilkan cerita yang menarik diantaranya yaitu:

  • Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan sebuah gagasan.
  • Pengarang harus memiliki kemampuan membedakan secara tepat nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa bagi pembaca.
  • Menguasai berbagai kosakata dan mampu memanfaatkan kata tersebut menjadi sebuah kalimat yang jelas, efektif dan mudah dimengerti.

Ciri-Ciri Diksi

Ciri ciri atau karakteristik diksi diantaranya yaitu:

  • Tepat dalam pemilihan kata untuk mengungkapkan gagasan atau hal yang diamanatkan.
  • Dapat digunakan untuk membedakan secara tepat nuansa makna dan bentuk yang sesuai dengan gagasan dan situasi serta nilai rasa pembaca.
  • Menggunakan pembendaharaan kata yang dimiliki masyarakat bahasanya dan dapat menggerakkan dan memberdayakan kekayaan tersebut menjadi jaring kata yang jelas.

Fungsi Diksi

Dengan penggunaan diksi maka suatu kata akan lebih jelas, kata tersebut akan terasa tepat dan sesuai dengan penggunaannya. Ketepatan pemilihan kata bertujuan untuk tidak menimbulkan interpretasi atau tafsiran yang berbeda antara penulis dengan pembaca. Selain itu, juga bertujuan untuk memperindah kalimat, pengarang atau penulis bisa membuat cerita menjadi lebih urut. Berikut fungsi diksi lainnya, diantaranya yaitu:

  • Untuk membuat pembaca memahami apa yang disampaikan penulis atau pengarang
  • Untuk membuat komunikasi lebih efektif dan juga lebih efisien
  • Untuk menggambarkan ekspresi yang ada pada gagasan
  • Untuk membentuk gagasan yang tepat.

Baca Juga : Pengertian Semantik

Manfaat Diksi

Manfaat diksi adalah agar pembaca atau pendengar dapat membedakan secara baik terhadap kata-kata denotatif, konotatif, sinonim, antonim juga kata yang hampir memiliki ejaan yang mirip. Sedangkan manfaat bagi penulis adalah agar penulis bisa membedakan kata-kata yang di tulisnya sendiri dan kata-kata yang dikutipnya dari orang lain.

Jenis-Jenis Diksi

Jenis Diksi Berdasarkan Maknanya

Makna Denotatif

Denotatif berarti makna asli, makna asal, atau makna yang sebenarnya dari suatu kalimat atau kata. Berikut beberapa contoh makna denotatif:

  • Dila sangat “gemar membaca”, maka tidak heran jika dia pintar dan berpengetahuan luas.
  • Andra terlihat senang, mungkin dia sedang mendapat “keuntungan yang melimpah”.
  • Badan Reihan sangat gemuk (Kata gemuk , bermakna denotatif keadaan tubuhnya yang lebih besar dari ukuran badannya normal)

Makna Konotatif

Pengertian konotatif adalah menyatakan makna yang mempunyai arti bukan yang sebenarnya dari suatu kalimat atau kata. Berikut beberapa contoh makna konotatif :

  • Arman “banting tulang”, bekerja pagi hingga sore untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. (kata “banting tulang” diartikan bahwa Arman bekerja keras).
  • Eka adalah “bunga desa” di daerahnya jadi tidak heran jika ia banyak direbutkan para lelaki. (kata “bunga desa” diartikan bahwa Eka gadis tercantik didesanya).
  • Ruli sangat bahagia, mungkin dia sedang mendapat “durian runtuh”. (kata “durian runtuh” diartikan bahwa Ruli mendapat keuntungan melimpah).

Jenis Diksi Berdasarkan Leksikal

Sinonim

Pengertian sinonim adalah kata yang memiliki makna sama. Lebih singkatnya, sinonim adalah persamaan kata. Berikut beberapa contoh sinonim:

  • Pintar = Pandai
  • Bahagia = Senang
  • Matahari = Mentari
  • Cantik = Elok
  • Lezat = Enak

Baca Juga : Pengertian Majas

Antonim

Pengertian antonim adalah kata yang memiliki makna yang berlawanan. Lebih singkatnya, antonim adalah perbedaan kata. Berikut beberapa contoh antonim:

  • Besar >< Kecil
  • Banyak >< Sedikit
  • Tinggi >< Pendek
  • Gelap >< Terang
  • Cepat >< Lambat
  • Tampan >< Cantik
  • Mahal >< Murah

Homonim

Pengertian homonim adalah kata yang memiliki makna berbeda, tapi lafal atau ejaannya sama. Berikut beberapa contoh homonim:

  • Pada awal Bulan, ayah selalu menerima upah kerja.
  • Bulan purnama terlihat sangat jelas karena langit tidak berawan.

Kata “Bulan”, pada kalimat pertama dan kedua kata tersebut memiliki lafal dan ejaan yang sama tapi maknanya berbeda. Pada kalimat pertama kata bulan menunjukan tanggal, sedangkan pada kalimat kedua kata bulan menunjukan bulan di langit.

Homofon

Pengertian homofon adalah kata yang memiliki makna dan ejaan berbeda, namun memiliki lafal yang sama. Berikut beberapa contoh homofon:

  • Nina rajin menabung di Bank.
  • Bang Eko merupakan kakak Winda.

Kata “Bank” dan “Bang”, memiliki lafal yang sama tapi memiliki ejaan dan makna berbeda. Pada kalimat pertama kata bank menunjukan tempat, sedangkan kalimat kedua kata bang menunjukan arti saudara.

Homograf

Pengertian homograf adalah kata yang memiliki makna dan lafal yang berbeda, tapi memiliki ejaan yang sama. Berikut beberapa contoh homograf:

  • Mala sedang makan Tahu goreng di warung.
  • Mala tidak Tahu bahwa hari ini ada ujian.

Kata “Tahu” pada kedua kalimat tersebut memiliki ejaannya sama. Pada kalimat pertama kata tahu menunjukan makanan dan kalimat kedua kata tahu menunjukan lupa akan hari.

  • Bagas memiliki mental yang kuat saat menghadapi permasalahan hidup.
  • Bola Bagas terjatuh dan langsung mental ke lantai.

Kata “mental” pada kedua kalimat diatas memiliki ejaannya sama, tapi kata mental pada kalimat pertama menunjukan watak dan kata mental pada kalimat kedua menunjukan memantul ke lantai.

Baca Juga : Pengertian Klausa

Polisemi

Pengertian polisemi adalah kata yang memiliki banyak arti atau pengertian. Berikut beberapa contoh polisemi:

  • Menabung di bank, maka akan mendapatkan Bunga.
  • Lina adalah bunga desa di kampung ini.
  • Bunga melati itu sangat indah dan harum.

Pada kalimat pertama kata “bunga” menunjukan bahwa keuntungan menabung di bank, pada kalimat kedua kata bunga menunjukan perempuan paling cantik, dan kata bunga pada kalimat ketiga menunjukan bunga pada tanaman.

Hipernim dan Hiponim

Pengertian hipernim adalah kata yang mewakili banyak kata lain. Jadi kata hipernim bisa menjadi kata umum dari penyebutan kata lainnya. Sedangkan pengertian hiponim adalah kata yang terwakili artinya oleh kata hipernim. Berikut contoh kalimat yang mengandung kata hipernim dan hiponim:

  • Di hutan banyak berbagai macam binatang liar, contohnya singa harimau, srigala, macan, rusa dan lain sebagainya.

Kata hipernim: binatang liar. Sedangkan kata hiponim: singa harimau, srigala, macan, rusa dan lain sebagainya.

  • Mitha ke supermarket membeli sayur-sayuran, seperti sawi, bayam dan kol

Kata hipernim: sayur-sayuran, sedangkan kata hiponim: sawi, bayam dan kol.

Baca Juga : Pengertian Puisi

Demikian artikel pembahasan tentang pengertian diksi menurut para ahli, syarat, ciri, fungsi, manfaat, jenis dan contoh diksi secara lengkap. Semoga bermanfaat