Tulang : Pengertian, Fungsi, Macam Jenis, Bentuk, Struktur dan Pembentukan Tulang Manusia Lengkap

Posted on
Tulang : Pengertian, Fungsi, Macam Jenis, Bentuk, Struktur dan Pembentukan Tulang Manusia Lengkap
5 (100%) 36 votes

Tulang Manusia – Tulang atau kerangka merupakan penopang tubuh vertebrata. Tanpa tulang, pasti tubuh tidak bisa tegak berdiri. Tulang mulai terbentuk sejak bayi dalam kandungan, berlangsung terus hingga dekade kedua dalam susunan yang teratur.

Pengertian tulang adalah jaringan yang kuat dan tangguh yang berfungsi memberi bentuk pada tubuh. Tanpa adanya tulang, tubuh tidak akan dapat berdiri tegak. Selain itu, tulang juga berfungsi dalam sistem gerak. Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu melakukan gerak. Sistem gerak pada manusia didukung oleh dua komponen utama, yakni tulang dan otot. Otot merupakan alat gerak aktif dan tulang merupakan alat gerak pasif. Tulang merupakan alat gerak pasif karena tulang tidak bisa bergerak sendiri, namun harus digerakkan oleh otot.

Fungsi Tulang

Fungsi tulang diantaranya yaitu:

  • Sebagai penunjang dan pemberi bentuk tubuh.
  • Sebagai pelindung alat-alat vital tubuh seperti otak, jantung, paru-paru dan sebagainya.
  • Sebagai penyusun rangka tubuh.
  • Sebagai tempat melekatnya otot.
  • Sebagai tempat pembentukan sel-sel darah.
  • Sebagai tempat penyimpanan mineral (kalium dan fosfor).

Jenis-Jenis Tulang

Berdasarkan jaringan penyusunnya, ada 2 (dua) jenis yaitu tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon).

Tulang Rawan (Kartilago)

Tulang rawan atau kartilago adalah jaringan ikat lentur pada tubuh manusia maupun hewan termasuk sendi diantara tulang, sangkar rusuk, telinga, hidung, saluran tenggorokan dan juga cakram intervertebra. Tulang rawan lebih lunak dari tulang tapi lebih keras dan kurang lentur dari otot.

Tulang Rawan tersusun atas kumpulan sel tulang rawan atau kondosit yang menghasilkan matriks ekstraseluler berupa serat dan substansi dasar. Tulang rawan merupakan kerangka sementara pada embrio sebelum digantikan dengan tulang sejati secara bertahap.

Sel tulang rawan mengeluarkan matriks yang disebut dengan kondrin. Matriks tersebut membuat tulang rawan bersifat lentur, lincin dan kuat. Kelenturan tulang rawan pada tulang rusuk penyusun rongga dada membuat tulang rusuk bergerak bebas mengikuti pengembangan paru-paru saat bernapas. Tulang rawan di antara ruas tulang belakang sangat kuat dan tahan terhadap tekanan sehingga dapat dengan mudah kembali ke bentuk awal.

Tulang rawan bersifat liat dan lentur karena adanya zat antar sel tulang yang banyak mengandung zat perekat dan juga zat kapur. Zat kapur tersebut merupakan perekat tulang, zat kapur merupakan sejenis protein yang disebut dengan kolagen. Contoh tulang rawan yang ada pada orang dewasa terdapat di telinga, hidung, ujung tulang keras dan sendi.

Tulang rawan dibentuk oleh sel tulang rawan (kondrosit) dan matriks (bahan dasar yang keras pada tulang). Tulang rawan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan elastis, dan tulang rawan fibrosa.

  • Tulang rawan hialin, yakni tulang rawan yang bersifat halus, transparan dan memiliki matriks yang homogen.
  • Tulang rawan hialin terdapat pada permukaan persendian serta dinding trakea.
  • Tulang rawan elastis, yakni tulang rawan yang bersifat lentur dan matriks mengandung serabut elastis yang bercabang-cabang. Tulang rawan elastis terdapat pada ujung hidung dan daun telinga.
  • Tulang rawan fibrosa, yakni tulang rawan yang bersifat kurang lentur dan matriks mengandung banyak serabut kolagen. Tulang rawan fibrosa terdapat diantara ruas-ruas tulang belakang dan tulang rawan pada lutut (tendon dan ligamentum).
BACA JUGA :  Kelenjar Saliva : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Jenis-Jenis Kelenjar Saliva (Kelenjar Ludah) Lengkap

Tulang Keras (Osteon)

Tulang keras atau osteon adalah jaringan ikat khusus yang merupakan komponen sistem gerak. Tulang keras atau tulang sejati bersifat kaku dan keras, tulang ini merupakan alat gerak pasif yaitu alat gerak yang bisa bergerak jika digerakkan otot. Tulang keras tersusun dari zat kapur dan fosfor.

Berdasarkan matriksnya, tulang keras dibedakan menjadi 2 jenis yaitu tulang kompak dan tulang spons.

Tulang Kompak
Tulang kompak adalah tulang yang memiliki susunan matriks rapat dan padat yang mengandung zat kapur dan juga fosfor. Tulang kompak pada sel-sel tulang (osteosit) tersusun dan membentuk sistem havers. Contoh tulang kompak diantaranya tulang lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang telapak tangan, tulang ruas jari tangan, tulang selangka, tulang paha, tulang kering, tulang betis, tulang telapak kaki, dan tulang ruas jari kaki.

Tulang Spons
Tulang spons adalah tulang yang memiliki matriks berongga dan tersusun oleh anyaman trabeculae (mirip pecahan genting) yang pipih dan juga mengandung serat kolagen. Rongga yang ada pada tulang spons tersebut diisi dengan jaringan sumsum tulang. Contoh tulang spons diantaranya:

  • Tulang pipih, contoh tulang pipih seperti tulang penyusun tengkorak dan wajah, tulang dada, tulang rusuk dan tulang belikat.
  • Tulang pendek, contoh tulang pendek seperti tulang pergelangan tangan, tulang pergelangan kaki dan ruas tulang belakang.

Berdasarkan bentuknya, tulang keras dibedakan menjadi 3 yaitu:

Tulang pipih, yaitu jenis tulang keras yang memiliki bentuk memipih pada kedua bagian ujungnya. Contoh tulang pipih diantaranya tulang penyusun tengkorak, tulang rusuk dan tulang dada.

Tulang pendek, yaitu jenis tulang keras yang memiliki ukuran pendek dan memiliki bentuk seperti dadu. Tulang pendek terdapat pada tulang pergelangan tangan dan ruas tulang belakang.

Tulang pipa, yaitu jenis tulang keras yang berukuran panjang dan memiliki bentuk seperti pipa. Contoh tulang pipa terdapat pada tulang anggota gerak.

Bentuk-Bentuk Tulang

Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi 4 (empat) jenis, yaitu tulang pendek, tulang pipa (panjang), tulang pipih, dan tulang irregular.

Tulang pipa (panjang), yaitu tulang yang memiliki bentuk seperti tabung yang berongga. Tulang pipa dapat ditemukan di tulang paha, tulang betis, tulang hasta, tulang kering, dan tulang pengumpil.

Tulang pendek, yaitu tulang yang memiliki bentuk seperti kubus. Tulang pendek hanya ditemukan di pangkal kaki, pangkal lengan, dan ruas-ruas tulang belakang.

Tulang pipih, yaitu tulang yang bentuk pipih atau lempengan. Tulang pipih berfungsi sebagai penyusun dinding rongga atau sebagai pelindung. Contoh tulang pipih yaitu tulang rusuk, tulang belikat, dan tulang tengkorak.

Tulang irregular, yaitu jenis tulang yang memiliki bentuk tidak beraturan. Tulang irregular dapat ditemukan pada tulang-tulang muka dan tulang belakang.

BACA JUGA :  Adaptasi Morfologi : Pengertian dan Contoh Adaptasi Morfologi Pada Manusia, Hewan dan Tumbuhan Lengkap

Struktur Tulang

Tulang panjang seperti tulang paha terdiri dari dua struktur yang berbeda yaitu tulang kompak (kortikal) dan tulang spons (cancellous atau trabecular). Tulang kompak membentuk silinder padat pada bagian poros tengah tulang di sekitar rongga sumsum tulang. Tulang kompak menyumbang 80% dari massa tulang dalam tubuh manusia, sedangkan tulang spons terdapat pada ujung tulang panjang, menyumbang sekitar 20 % dari total massa tulang dan memiliki struktur seperti sarang lebah.

Sebagian besar tulang terdiri dari 10-20 % air, sekitar 60-70% berupa mineral tulang dan sisanya berupa kolagen (protein berserat utama dalam tubuh), tapi tulang juga mengandung sejumlah kecil zat lain seperti protein dan garam anorganik. Komposisi komponen mineral tulang dapat diperkirakan sebagai hidroksiapatit (HA) yang merupakan gabungan antara kalsium dan fosfat, dengan rumus kimia Ca10 (PO4) 6 (OH) 2.

Pada bagian ujung tulang pipa terdapat perluasan bentuk sebagai fungsi untuk berhubungan dengan tulang lain. Ujung tulang yang melebar ini tersusun atas tulang spons yang disebut epifise. Bagian tengah diantara ujung yang meluas disebut diafise yang merupakan tulang kompak yang didalamnya terdapat rongga yang disebut rongga sumsum tulang. Antara epifise dan diafise ada daerah yang disebut cakra epifise. Daerah cakra epifise ini bisa tumbuh dan bertambah panjang selama seseorang masih dalam pertumbuhan.

Proses Pembentukan Tulang (Osifikasi)

Dalam tahap perkembangan embrio rangka tubuh masih berupa tulang rawan. Kartilago atau tulang rawan dibentuk oleh sel-sel mesenkim. Di dalam tulang rawan tersebut akan diisi oleh osteoblast (sel pembentuk tulang keras). Osteoblast akan mengisi jaringan sekelilingnya dan membentuk osteosit (sel tulang). Sel tulang di bentuk secara kosentris (dari arah dalam ke luar), setiap sel tulang akan mengelilingi pembuluh darah dan serabut saraf, membentuk sistem Havers. Di dalam tulang terdapat sel-sel osteoklas, yaitu sel yang berfungsi menyerap kembali sel tulang yang sudah rusak dan dihancurkan. Adanya aktivitas sel osteoklas yang menyebabkan tulang bisa berongga. Rongga ini nantinya akan diisi oleh sumsum tulang.

Proses pembentukan tulang disebut dengan osifikasi. Proses osifikasi ini dibedakan menjadi dua, yaitu osifikasi intramembranosa dan osifikasi intrakartilagenosa. Osifikasi intramembranisa disebut penulangan langsung atau osifikasi primer, dimana proses ini terjadi pada tulang pipih, misalnya tulang tengkorak dan penulangan ini hanya terjadi sekali dan tidak akan terulang lagi untuk selamanya. Contoh osifikasi intrakartilagenosa seperti pembentukan tulang pipa yang akan menyebabkan tulang bertambah panjang di daerah cakra epifise.

Demikian artikel tentang “Tulang : Pengertian, Fungsi, Macam Jenis, Bentuk, Struktur dan PembentukanTulang Manusia Lengkap“, semoga bermanfaat.

Content Protection by DMCA.com